JAKARTA, KOMPAS.com — Kepergian anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke luar negeri dengan alasan kunjungan kerja tak pernah berhenti. Setelah 13 anggota Komisi II DPR ke Brasil, kini 20 politisi yang duduk di Badan Legislasi (Baleg) DPR bertolak ke dua negara, yakni Denmark dan Turki.
Sudah tidak dicerna akal sehat. Masak mau menentukan lambang palang merah saja harus berkunjung ke dua negara tersebut.
Apa yang ingin mereka cari? Mereka beramai-ramai ke dua negara itu untuk kepentingan logo dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Palang Merah.
"Sudah tidak dicerna akal sehat. Masak mau menentukan lambang palang merah saja harus berkunjung ke dua negara tersebut," kata Uchok Sky Khadafi, Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) di Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Habiskan Rp 1,3 miliar
Berapa dana yang dihabiskan demi logo itu? Uchok memaparkan, alokasi anggaran ke dua negara itu mencapai sekitar Rp 1,3 miliar dengan rincian alokasi anggaran ke Denmark sebesar Rp 666 juta dan alokasi ke Turki sebesar Rp 636 juta.
Setiap satu angggota Dewan yang mengunjungi Denmark, kata Uchok, akan menghabiskan anggaran sebesar 6.917 dollar AS untuk ongkos pesawat di kelas eksekutif dan biaya 472 dollar AS per hari.
Adapun untuk rombongan ke Turki, lanjut dia, setiap anggota Dewan akan menghabiskan 6.641 dollar AS untuk pesawat di kelas eksekutif dan biaya sebesar 365 dollar AS per hari. Rencananya, wakil rakyat itu melakukan kunjungan kerja selama lima hari.
"Mereka hanya ingin senang-senang sendiri," ujar Uchok.
Denmark
1. Dimyati Natakusuma (Fraksi PPP)
2. Ignatius Mulyono (Fraksi Demokrat)
3. Zulmiar Yanri (F-Demokrat)
4. Ade Surapriatna (F-Golkar)
5. Irvansyah (F-PDIP)
6. Hoing Sanny (F-PDIP)
7. Bochori Yusuf (F-PKS)
8. Mardani Ali Sera (F-PKS)
9. Jamaluddin Jafar (F-PAN)
10. M Unais Ali Hisam (F-PKB)
11. Djamal Aziz (F-Hanura)
Turki
1. Sunardi Ayub (F-Hanura)
2. Anna Mu'awanah (F-PKB)
3. Hari Wicaksono (F-Demokrat)
4. Khotibul (F-Demokrat)
5. Didi Irawadi (F-Demokrat). Didi membantah keikutsertaannya ke Turki
6. Nurliah Marlia Mukhtar (F-Golkar)
7. Tety Kadi Bawono (F-Golkar)
8. Eddy Mihati (F-PDIP)
9. Aus Hidayat Nur (F-PKS)
10. Rusli Ridwan (F-PAN )
11. Zainut Tauhid (F-PPP)
Selain Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, politisi di Komisi I juga bertolak ke luar negeri dengan alasan kunjungan kerja untuk kepentingan pembahasan rancangan undang-undang. Mereka telah dan akan ke empat negara.
Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan, pihaknya tengah membahas RUU Penyiaran dan RUU Industri Pertahanan. Anggota Panja RUU Penyiaran yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan, kata dia, sedang berada di Amerika Serikat dan Inggris. Rombongan telah berangkat hari Minggu lalu.
Tubagus mengaku tak tahu detail kemana saja rombongan Panja RUU Penyiaran selama di dua negara itu. Adapun RUU Industri Pertahanan yang dipimpinnya, kata Tubagus, akan kunker ke Spanyol dan Brazil pada 1-7 Juli 2012 . Tubagus mengaku tak akan ikut kunker itu.
Politisi PDI Perjuangan itu belum bersedia menjelaskan detail mengenai rencana kunker ke Spanyol dan Brazil. "Detail kunjungan akan saya jelaskan kepada publik hari Kamis atau Jumat," kata Tubagus.
Sebelumnya, Komisi II akan ke empat negara untuk kepentingan pembahasan dua RUU yakni Pemerintah Daerah dan Desa. Untuk pembahasan RUU Desa, sebagian anggota Komisi II akan mendatangi Cina dan Venezuela. Adapun terkait RUU Pemda akan mendatangi Jepang dan Jerman.