KPK Pastikan Tak Ada Penyidiknya yang Diangkut Polri, Kompol Novel Aman

Kompol Novel, dari Menangkap Bupati Sampai Memeriksa Jenderal Polisi

Menko Polhukam: Saya Minta Kapolri Tarik Provost dari KPK

Jakarta, detik.com - Suasana mencekam di kantor KPK sempat terjadi setelah 2 kompi kepolisian datang untuk menjemput Kompol Novel Baswedan. Namun upaya itu gagal, tak satu pun penyidik KPK berhasil diangkut pihak Kepolisian.

"Ya tidak ada, yang mereka cari kan Novel. Saat ini Novel ada di tempat yang aman," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jl Rasuna Said, Sabtu (6/10/2012) pagi.

Mengenai upaya perlindungan terhadap Novel, Bambang mengatakan KPK akan melakukan suatu langkah tertentu, yang tak bisa dipublikasikan. Sedangkan untuk proses hukum yang dituduhkan kepada sang komisaris, KPK akan membentuk tim kuasa hukum.

"Kami sudah meminta beberapa kolega untuk jadi lawyer untuk saudara Novel," ujar Bambang.

Menurut Bambang, KPK dalam posisi melindungi Novel dari tuduhan kasus penganiayaan berat. Mengenai bagaimana upaya pembelaan yang terbaik, akan dibahas kemudian. "KPK harus backup soal Lawyer dan apa yang baik untuk bela Novel," ujar Bambang.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan ini menurutkan, upaya pembelaan untuk Novel akan diserahkan sepenuhnya ke Biro Hukum. "Selain Novel kami juga mempertimbangkan perlindungan kepada keluarga dia," pungkas Bambang.

(fjp/ndr) 


Kompol Novel, dari Menangkap Bupati Sampai Memeriksa Jenderal Polisi

Jakarta, detik.com - Demi melindungi penyidiknya, Kompol Novel Baswedan, pimpinan KPK pasang badan dari upaya penjemputan paksa oleh petugas Polri. Sepak terjang sang penyidik itu memang cukup mengesankan dalam menjalankan tugasnya.

Nama Novel sebenarnya tidak begitu asing, setidaknya bagi para majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang pernah beberapa kali akrab dengan namanya. Para kuasa hukum pekara yang ditangani KPK, pernah meminta penyidik dihadirkan, dan Novel setidaknya dua kali hadir.

Novel juga beberapa kali terlibat dalam upaya penggeledahan atau tangkap tangan. Dia merupakan penyidik yang terlibat dalam penangkapan bupati Buol Amran Batalipu, yang mana proses operasi itu diwarnai dengan penghadangan oleh puluhan pendukung Amran.

Novel yang saat itu mengendarai motor untuk melakukan pengejaran, bahkan sempat akan ditabrak oleh romobongan Amran. Beruntung dia bisa menghindar, sedangkan motornya ringsek.

Tak hanya itu saja, Novel adalah penyidik KPK yang dengan keras menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Padahal kala itu, dia harus berhadapan dengan perwira Mabes Polri berpangkat Kombes.

Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas. Perdebatan pun terjadi. Ada informasi yang menyebutkan sejak itu, nama Novel masuk dalam daftar incaran.

Dan pada Jumat kemarin, Novel adalah salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan langsung kepada Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM. Seorang perwira menengah berpangkat Kompol memeriksa jenderal aktif bintang dua.

"Novel ini salah satu yang memeriksa langsung DS siang tadi," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Sabtu (6/10/2012) dinihari.

"Dia merupakan salah satu penyidik terbaik KPK," sambung Bambang.

(fjp/ndr)



Menko Polhukam: Saya Minta Kapolri Tarik Provost dari KPK

Jakarta, detik.com - Menko Polhukam Djoko Suyanto mengaku sudah mendapat kabar soal kedatangan belasan anggota Provost Mabes Polri serta polisi berseragam preman di KPK. Djoko Suyanto pun sudah meminta Kapolri untuk menarik kembali Provost tersebut.

Djoko mengaku sudah melakukan komunikasi langsung dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait kedatangan provost ke KPK. Kepada Djoko, Kapolri mengaku tidak pernah memerintahkan kedatangan provost.

"Saya sudah komunikasikan dengan Kapolri. Beliau bilang tidak ada perintah itu. Saya sudah minta untuk ditarik," kata Djoko kepada detikcom, Jumat (5/10/2012) pukul 23.15 WIB.

Sebelumnya, pantauan detikcom sekitar pukul 20.00 WIB, puluhan polisi berseragam lengkap dan preman itu berdatangan secara bergelombang ke Gedung KPK. Belasan dari mereka terlihat memakai pakaian resmi Provost.

Sebagian besar dari mereka lagi ada yang memakai batik dengan ciri khas sambil memegang handy-talkie. Tidak hanya di dalam gedung, sejumlah polisi juga berada di luaran kawasan KPK.

Mereka datang ke KPK untuk menangkap para penyidik KPK dari Polri yang tidak kembali ke Polri. Salah satu yang polisi bidik adalah seorang penyidik KPK berpangkat Kompol berinisial N. Informasi yang diterima wartawan, N yang dimaksud adalah Novel, salah seorang penyidik kasus simulator SIM.
(mok/mok)