Ketika Pasangan Tidur Saling Membelakangi

Agar tidur nyenyak, 46 persen dari 2.000 pasangan yang disurvey mengaku tidur saling memunggungi.

JAKARTA, shnews.co  – Mendapatkan tidur nyenyak menjadi kebutuhan utama pasangan. Setelah gairah memudar, bahkan ciuman selamat malam dari pasangan pun sudah jadi harapan muluk. Benarkah?

Penelitian menunjukkan, 80 persen pasangan tidak lagi mencium pasangannya setiap malam, karena mereka begitu terfokus untuk mendapatkan tidur. Seperempat mengatakan tidak dapat membalas ketika pasangannya menyentuh mereka di tempat tidur. Sementara 90 persen, bahkan tidak mampu lagi mengatakan 'I love you' sebelum mematikan lampu.

Mengutip Daily Mail, Senin (15/10), agaknya banyak pasangan lebih fokus untuk segera terlelap. Untuk mendapatkan istirahat malam yang baik, 46 persen mengatakan mereka tidur dengan posisi saling memunggungi. Tidak seperti dalam adegan romantis di film: perempuan tertidur di dada pria.

Anda dan pasangan juga tidur saling berhadapan punggung? Kedengarannya kurang menyenangkan, tapi itu tidak buruk. 

Corrine Sweet, psikolog hubungan, mengatakan posisi back-to-back atau saling membelakangi menunjukkan kepolosan dan kepercayaan. Dan, kata dia, bahasa tubuh saat tidur tidak bisa dipalsukan. 

"Tak bisa dipungkiri, setelah gairah memudar, kebutuhan akan tidur malam yang baik lebih cenderung mendominasi, sehingga tidur saling membelakangi menjadi posisi yang menguntungkan di tempat tidur," kata Sweet.

Memang, hanya 1 persen dari 2.000 pasangan yang disurvey oleh Travelodge mengatakan mereka tidur dalam posisi 'adegan romantis film”, yakni kepala perempuan di dada pria yang berbaring telentang.

Sweet mengatakan: "Pasangan jatuh ke kebiasaan cara tidur bersama yang sesuai dengan kepribadian mereka dan preferensi pribadi. Jika cara tidur bersama ini berubah, bisa menimbulkan kekhawatiran ... ada pria atau wanila lain."

Sumber : Daily Mail